Krisis Air di Masa Depan

Masih teringat dengan jelas saat saya melakukan wawancara untuk tugas kuliah dengan petani di lahan perhutani di Coban Talun, Batu.

“Ada perubahan pak ketika akhirnya lahan hutan dirubah untuk pertanian?”

“Jumlah mata air berkurang mbak, sepuluh tahun yang lalu juga pernah banjir bandang besar. Sekarang daerah hutan yang masih tersisa sumber mata air tidak boleh dirubah mbak.”

AIR

Sebagian besar makhluk hidup didunia ini terbentuk dari air. Air adalah salah satu kebutuhan utama. Manusia, serangga, hewan, dan tanaman.

Mendengar cuplikan wawancara diatas bagaimana menurut teman-teman semua? Apa yang akan terjadi dengan cadangan air manusia di masa depan?

Hari ini saya menonton sebuah acara di youtube bernama VICE dengan judul “Meathooked and End Of water” yang artinya “Pecinta daging dan Berakhirnya air”

Mengapa judul ini menjadi hal menarik yang saya gunakan untuk berbicara tentang masa depan?

Jawabanya adalah karena kenyataan nya manusia tanpa air akan terjadi krisis dunia selanjutnya. Air ada dimana mana dan menjadi kebutuhan kita. Kita akan menyadarinya berharga ketika air menghilang.

Menurut para Peneliti MIT menggunakan sebuah alat untuk memprediksi kebutuhan air pada tahun 2050 sekitar 52% dari populasi manusia (9 juta) di dunia akan mengalami masalah untuk mendapatkan air.

Kemana saja air itu pergi?

  • Pertanian
  • Peternakan
  • Kebutuhan Manusia
  • Industri

Kenapa bisa berkurang? 

  • Berkurangnya hutan mempengaruhi cadangan air di dalam tanah = bencana banjir karena air tidak bisa diserap dan disimpan tanah
  • Perubahan iklim akibat global warming mempengaruhi cuaca menjadikan hujan tidak  tidak terprediksi dan mempengaruhi iklim global.
  • Tidak ada hujan = berkurangnya air permukaan (surface water) akhirnya untuk memenuhi kebutuhan diambil lah air dalam tanah dengan cara memompa
  • Air didalam tanah yang dipompa tidak kembali karena hutan sudah tidak ada = cadangan air menghilang
  • Penggunaan yang berlebihan karena meningkatnya populasi manusia dan kebutuhannya

Bagaimana air di masa depan?

Air segar akan menjadi masalah baru di masa depan. Karena keberdaannya yang semakin berkurang. Bahkan di daerah yang sering hujan. Hal ini disebakan beberapa faktor seperti kualitas air, masalah nutrisi, sedimen, polutan, dan lainnya.

Apakah kita bisa meminumnya? Apakah kita bisa menggunakan air itu?

Bahkan di dalam video yang saya tonton memperlihatkan betapa seriusnya krisis air yang mulai melanda dunia. Salah satunya adalah kisah para petani di California yang mengalami kemarau panjang dan tidak adanya air, hingga akhirnya harus menggunakan air di dalam tanah. Dan apa kata mereka?

“Kita tahu bahwa air didalam tanah ini jika selalu diambil akan berkurang dan tidak bisa pulih. Maka di saat itulah kami (petani) akan berakhir”

Bagaimana Indonesia?

Tentu saja Indonesia mengalami hal yang sama. Saya mengetahui sendiri saat musim kemarau untuk mengairi lahan maka  para petani akan menyewa atau menggunakan pompa untuk irigasi.

Apakah kualitas dan kuantitas air Indonesia menurun?

Seperti cuplikan wawancara mengenai menurunnya jumlah sumber mata air, masalah itu tidak hanya terjadi di Batu tapi juga daerah Indonesia lainnya.

Kualitas air menurun? Jika teman-teman pernah tinggal lama didaerah sidoarjo atau Surabaya (Jawa Timur) maka kadang teman-teman akan menemui warna air yang kuning dan kadang berbau. Tentu saja berbeda dengan air segar dari sumber mata air.

Mengapa kualitas air menurun, hal itu terjadi terutama di kota-kota besar. Tentu saja karena padat penduduk, pembuangan limbah, dan alam tidak mampu lagi berupaya untuk mengembalikan kondisi semula.

Nah teman-teman? Apakah nantinya kita akan berebut wilayah untuk mendapatkan sumber mata air?  Apakah akan berperang untuk berebut sumber daya alam?

PS: Foto diatas adalah foto danau oroville di California dalam kurun waktu 4 tahun.

sumber :

Youtube-vice “Methooked and end of water”

http://news.mit.edu/2014/predicting-the-future-of-global-water-stress

https://www.theguardian.com/environment/2015/mar/08/how-water-shortages-lead-food-crises-conflicts

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/13/206846061/titik-panas-mulai-ditemukan-di-kalimantan-tengah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s